Keterangan Foto Foto: Para pecatur junior dan senior bersama jajaran pengurus Percasi Provinsi Gorontalo usai pelaksanaan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Gorontalo 2026. Sebanyak 62 pecatur dari kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo ambil bagian dalam ajang yang menjadi bagian dari proses pembinaan dan seleksi atlet menuju Kejurnas Catur di Banten.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Traktir
Pilih nominal traktir:
Nominal terpilih: -
Silakan transfer ke rekening berikut:
BCA 2640596034
a.n. Ari Bagus pranata
Terima Kasih!
Traktir Anda sebesar - telah tercatat sebagai dukungan untuk wartawan & redaksi Media Indonesia Times.
Silakan lakukan transfer ke rekening:
2640596034 (a.n. Ari Bagus pranata, BCA)
Semoga menjadi amal yang berkah!
Setelah menekan tombol Selesai, Anda dapat konfirmasi traktir via WhatsApp.
Terakhir: Konfirmasi via WhatsApp
Konfirmasi traktir Anda sebesar -
untuk berita ini kepada Admin via WhatsApp.
Bukti transfer Anda sudah terunggah & akan segera diperiksa Admin.
GORONTALO — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur Provinsi Gorontalo Tahun 2026 resmi berakhir pada Sabtu, 23 Agustus 2026. Ajang yang berlangsung selama tiga hari tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan para pecatur, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan dan seleksi menuju kompetisi tingkat nasional.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Kejurprov Catur 2026 diikuti 62 pecatur, yang terdiri dari 40 atlet senior dan 22 atlet junior dari kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Provinsi Gorontalo, Beni Nento. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, wasit, pelatih, serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kejuaraan.
Menurut Beni, Kejurprov bukan sekadar pertandingan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam membangun pembinaan atlet catur Gorontalo secara berkelanjutan.
Pembinaan tersebut diharapkan berlangsung mulai dari tingkat daerah hingga nasional, sehingga semakin banyak bibit-bibit pecatur potensial yang dapat berkembang dan mengharumkan nama Provinsi Gorontalo.
Sementara itu, Sekretaris Percasi Provinsi Gorontalo, Misran Yusuf, mengatakan Kejurprov Catur 2026 juga menjadi ajang seleksi untuk menentukan atlet yang akan dipersiapkan memperkuat Gorontalo pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur.
Dari proses seleksi tersebut, enam pecatur terbaik dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Gorontalo pada Kejurnas Catur yang dijadwalkan berlangsung di Banten pada 2 hingga 7 Oktober 2026.
Para atlet terpilih diharapkan tidak berhenti pada pencapaian di tingkat provinsi. Mereka masih memiliki waktu untuk meningkatkan kemampuan, memperkuat mental bertanding, serta menjalani latihan secara lebih maksimal sebelum menghadapi lawan-lawan dari berbagai daerah di Indonesia.
Beni Nento berharap para atlet yang nantinya menjadi wakil Gorontalo mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengukir prestasi di tingkat nasional.
“Ini merupakan kesempatan bagi atlet-atlet terbaik Gorontalo untuk mengukir prestasi di tingkat nasional. Kami berharap para atlet yang terpilih terus berlatih dan mempersiapkan diri dengan baik sehingga mampu memberikan hasil terbaik bagi Provinsi Gorontalo,” ujarnya.
Kehadiran atlet junior dalam Kejurprov juga menjadi bagian penting dari proses regenerasi. Persaingan antara pecatur muda dan senior diharapkan dapat memberikan pengalaman bertanding sekaligus menjadi ruang untuk menemukan talenta-talenta baru.
Dengan demikian, Kejurprov Catur Gorontalo 2026 tidak hanya berbicara mengenai perolehan medali, tetapi juga mengenai keberlanjutan pembinaan olahraga catur di daerah.
Berakhirnya kejuaraan ini menjadi awal bagi para atlet terpilih untuk menjalani persiapan menuju level yang lebih tinggi.
Dari papan catur tingkat provinsi, enam atlet kini membawa harapan Gorontalo untuk bersaing di panggung nasional dan mengukir prestasi pada Kejurnas Catur di Banten.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.