BANYUWANGI – Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Muharman Arta, S.I.K., M.H., menghadiri Festival Gandrung Sewu 2026 bertema Kembang Dermo yang digelar di Pantai Boom Marina, Jalan Ikan Cucut Nomor 27, Kelurahan Kampung Mandar, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026).
Anda belum membaca semua isi berita ini
Kehadiran Kapolresta Banyuwangi dalam festival budaya tahunan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap pelestarian seni tradisional, pengembangan pariwisata, serta penguatan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Festival yang berlangsung mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB itu dipimpin Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani dan turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, unsur TNI-Polri, anggota DPR RI, perwakilan lembaga negara, Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, serta sejumlah tokoh masyarakat dan pelaku usaha.
Festival Gandrung Sewu menjadi salah satu agenda budaya unggulan Banyuwangi yang menampilkan kekayaan seni tari tradisional Gandrung. Tahun ini, pertunjukan mengusung tema Kembang Dermo dengan menghadirkan sekitar 1.300 penari dalam sajian kolosal yang memikat perhatian pengunjung.
Dalam sambutannya, Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa penyelenggaraan Gandrung Sewu pada malam hari menjadi pengalaman berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Menurutnya, inovasi dalam penyelenggaraan festival diperlukan agar tradisi tetap lestari sekaligus semakin menarik bagi generasi muda.
Bupati juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk InJourney, para penari, dan seluruh unsur yang berkontribusi menyukseskan acara. Ia menegaskan bahwa kegiatan kebudayaan tidak hanya berfungsi menjaga warisan leluhur, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat dan memperkuat daya tarik wisata daerah.
Kehadiran Kapolresta Banyuwangi bersama unsur pemerintah daerah dan TNI mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung kegiatan masyarakat berskala besar.
Selain menjadi ruang ekspresi seni dan budaya, festival tersebut juga menjadi momentum memperkenalkan potensi Banyuwangi kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Rangkaian acara diawali dengan santunan anak yatim, pertunjukan Meras Gandrung, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional, serta pemutaran video promosi pariwisata Banyuwangi. Acara dilanjutkan dengan pertunjukan utama Gandrung Sewu, kemudian ditutup dengan konser musik yang menghadirkan Project Pop dan Kunto Aji.
Melalui dukungan terhadap kegiatan kebudayaan, diharapkan hubungan antara kepolisian, pemerintah, pelaku pariwisata, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi penyelenggaraan berbagai agenda daerah.
Seluruh rangkaian Festival Gandrung Sewu 2026 berakhir sekitar pukul 22.30 WIB. Berdasarkan informasi penyelenggaraan yang disampaikan, kegiatan berlangsung aman dan lancar.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.