SURABAYA, 8 November 2026 – Media Indonesia Times | Di tengah menghangatnya dinamika politik nasional pasca mencuatnya polemik dugaan penyadapan yang menyeret nama mantan Kapolri, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur mulai mematangkan sebuah gerakan kebangsaan berskala besar bertajuk “Apel Siaga Akbar Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur”.
Gerakan yang diinisiasi Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru MAKI, tersebut bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi, melainkan sebuah ikhtiar untuk membangun kembali kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga stabilitas nasional, merawat persatuan, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas segala bentuk kepentingan politik sektoral.
Rencana Apel Siaga Akbar ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat lintas organisasi, lintas profesi, lintas generasi, hingga lintas latar belakang sosial dan keagamaan. Tokoh masyarakat, insan pers, LSM, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, pelajar, kelompok perempuan, serta representasi masyarakat dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur diharapkan dapat melebur dalam satu momentum kebersamaan.
Bagi MAKI Jatim, Jawa Timur memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk menjadi salah satu pilar penting penjaga persatuan Indonesia. Tanah yang memiliki akar sejarah besar Kerajaan Majapahit ini tidak boleh terseret dalam pusaran polarisasi politik yang berpotensi mempertajam perbedaan, memperlebar jurang antarkelompok, bahkan mengancam kohesi sosial masyarakat.
Heru MAKI menilai, perkembangan retorika politik belakangan ini perlu disikapi secara bijaksana dan proporsional. Perbedaan pandangan, kritik, maupun dinamika dalam kehidupan demokrasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem ketatanegaraan. Namun, seluruh dinamika tersebut harus tetap berada dalam koridor konstitusi, etika publik, penghormatan terhadap institusi negara, dan semangat menjaga keutuhan bangsa.
“Kami tidak ingin Jawa Timur menjadi ruang tumbuhnya polarisasi yang berlebihan. Jangan sampai perbedaan sikap politik berkembang menjadi pertentangan sosial yang merusak persaudaraan. Demokrasi harus tetap hidup, kritik harus tetap diberikan ruang, tetapi persatuan bangsa tidak boleh menjadi korban dari pertarungan narasi politik,” tegas Heru MAKI.
Ia menambahkan, tema Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur merupakan pesan moral sekaligus seruan kebangsaan agar masyarakat tetap menjaga kehormatan kepemimpinan nasional dan daerah melalui sikap yang bertanggung jawab, dewasa, serta berlandaskan konstitusi.
Dalam konteks tersebut, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dipandang sebagai representasi kepemimpinan yang harus dihormati dalam kapasitas konstitusional masing-masing.
Heru MAKI secara khusus menegaskan bahwa tidak boleh ada narasi yang sengaja dibangun untuk merendahkan harkat, martabat, dan kehormatan kedua pemimpin tersebut. Namun, penghormatan terhadap pemimpin, menurut semangat gerakan ini, juga harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap demokrasi, kebebasan berpendapat, supremasi hukum, serta hak masyarakat untuk menyampaikan kritik secara bertanggung jawab.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Ibu Gubernur Khofifah Indar Parawansa adalah pemimpin yang memperoleh mandat melalui mekanisme konstitusional. Kehormatan kepemimpinan harus kita jaga. Jangan biarkan fitnah, provokasi, maupun narasi yang tidak bertanggung jawab berkembang menjadi instrumen yang merusak persatuan. Kami ingin Jawa Timur tetap teduh, kokoh, dan menjadi rumah besar bagi seluruh perbedaan,” ujar Heru.
JOKO DOLOG DAN GRAHADI, SIMBOL PERSATUAN JAWA TIMUR
Pemilihan lokasi Apel Siaga Akbar di kawasan Patung Joko Dolog, Taman Apsari, tepat di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, bukan tanpa pertimbangan filosofis.
Kawasan tersebut dinilai memiliki nilai historis, kultural, dan simbolis yang kuat bagi masyarakat Jawa Timur. Patung Joko Dolog merepresentasikan jejak peradaban dan warisan sejarah Nusantara, sementara Gedung Negara Grahadi menjadi salah satu simbol pemerintahan dan kepemimpinan Provinsi Jawa Timur.
Keduanya diharapkan menjadi latar simbolis bagi pesan besar yang hendak disampaikan melalui apel tersebut: bahwa sejarah, kebudayaan, pemerintahan, dan kehidupan masyarakat harus dirajut dalam satu semangat persatuan.
MAKI Jatim ingin menghadirkan sebuah orkestrasi kebangsaan yang melampaui sekat-sekat organisasi. Keberagaman budaya, tradisi, keyakinan, serta identitas sosial masyarakat Jawa Timur diharapkan tampil sebagai kekuatan pemersatu, bukan sumber pertentangan.
Bukan demonstrasi kekuatan untuk berhadapan dengan kelompok lain, melainkan konsolidasi kekuatan masyarakat untuk meneguhkan komitmen kebangsaan.
TARGET 10 RIBU PESERTA, KONSOLIDASI 38 KABUPATEN/KOTA
Dari sisi kekuatan massa, Heru MAKI menyampaikan bahwa MAKI se-Jawa Timur menargetkan sedikitnya 3.000 anggota dan pengurus untuk terlibat dalam Apel Siaga Akbar tersebut.
Jumlah tersebut diproyeksikan bertambah melalui partisipasi berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, LSM, media, mahasiswa, pelajar, kelompok perempuan, serta perwakilan masyarakat dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Dengan cakupan partisipasi lintas elemen tersebut, Heru MAKI memperkirakan jumlah peserta dapat menembus angka 10.000 orang.
Target tersebut sekaligus menjadi tantangan konsolidasi bagi seluruh jajaran MAKI di Jawa Timur untuk membangun koordinasi yang terstruktur, memastikan partisipasi masyarakat berjalan secara tertib, serta menjaga agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung damai dan tidak mengganggu kepentingan publik.
Bagi Heru MAKI, besarnya jumlah peserta bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Pesan kebangsaan, kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi, serta kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk berdiri bersama di tengah perbedaan justru menjadi esensi utama dari kegiatan tersebut.
NOVEMBER 2026, TAHAP PEMATANGAN KOORDINASI
Mengenai waktu pelaksanaan, Heru MAKI menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta berbagai unsur strategis lainnya.
MAKI Jatim mengupayakan agar Apel Siaga Akbar tersebut dapat diselenggarakan pada November 2026. Kepastian tanggal dan teknis pelaksanaan akan diumumkan setelah seluruh tahapan koordinasi dan persiapan dinilai matang.
“Insyaallah kami upayakan dalam bulan November 2026 ini Apel Siaga Akbar dapat terlaksana. Kami masih melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak. Prinsip kami, kegiatan ini harus dipersiapkan secara matang, melibatkan seluruh komponen masyarakat, serta berjalan tertib, aman, dan penuh semangat persaudaraan. Perkembangan selanjutnya akan kami informasikan,” pungkas Heru MAKI.
JOGO PRESIDEN, JOGO JATIM: MERAWAT KEPEMIMPINAN, MENJAGA INDONESIA
Rencana Apel Siaga Akbar MAKI Jatim ini pada akhirnya membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar agenda organisasi. Di tengah dinamika politik yang terus berkembang, masyarakat membutuhkan ruang bersama untuk mengedepankan rasionalitas, menjaga keseimbangan demokrasi, dan memastikan bahwa perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan.
Jawa Timur dengan seluruh kekuatan sejarah, kebudayaan, dan keberagaman masyarakatnya memiliki modal sosial yang besar untuk menjadi teladan dalam merawat persatuan.
Semangat Jogo Presiden dan Jogo Jawa Timur diharapkan menjadi pengingat bahwa menjaga bangsa bukan semata-mata tugas pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
Sebab, Indonesia tidak dibangun untuk dimiliki oleh satu golongan, satu organisasi, ataupun satu kepentingan politik. Indonesia dibangun melalui persatuan, diperkuat oleh keberagaman, dan dipertahankan dengan kesadaran bahwa kepentingan bangsa harus selalu berada di atas kepentingan kelompok.
Dari Surabaya, MAKI Jatim ingin menyampaikan satu pesan tegas: berbeda pandangan adalah demokrasi, menjaga persatuan adalah kewajiban kebangsaan. Jogo Presiden, Jogo Jawa Timur, Jogo Indonesia.(Bagas)
© Media Indonesia Times 2026 — Patuhi Kode Etik Jurnalistik dan Hak Cipta