Banyuwangi – Sekitar 5000 massa direncanakan akan turun ke jalan dalam sebuah aksi unjuk rasa besar yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 6 Mei 2026 di Depan Kantir Bupati Banyuwangi.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Aksi ini digelar sebagai bentuk tuntutan masyarakat yang mendesak agar Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi segera mengundurkan diri dari jabatannya.
Koordinator aksi,Mohamad Amrullah,S.H.M.Hum. menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan hasil konsolidasi berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga perwakilan warga dari sejumlah kecamatan.
Mereka menilai kepemimpinan saat ini tidak lagi mampu menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara menyeluruh.
“Aksi ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Kami menuntut adanya perubahan nyata, termasuk dengan mundurnya pimpinan daerah saat ini,” ujar salah satu perwakilan massa dalam keterangannya.
Rencananya, massa akan berkumpul di beberapa titik strategis sebelum melakukan long march menuju kantor Pemerintahan Daerah ( PEMDA ) Banyuwangi.
Selain menyuarakan tuntutan, mereka juga akan membawa sejumlah spanduk dan melakukan orasi secara bergantian, serta Meminta pihak Pemerintah Daerah memperhatian dan melaksanakan 5 point Ini :
Sementara itu, pihak aparat keamanan menyatakan telah bersiap untuk mengawal jalannya aksi agar tetap berlangsung tertib dan kondusif. Koordinasi juga telah dilakukan dengan panitia aksi guna menghindari potensi kericuhan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana aksi tersebut. Namun, sejumlah pihak berharap agar semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog sebagai solusi.
Aksi ini diperkirakan akan menjadi salah satu mobilisasi massa terbesar di Banyuwangi dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menjadi sorotan publik terkait dinamika politik dan pemerintahan daerah.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.