Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Gas Pol Perkuat Toleransi dan Kebangsaan
Acara pengukuhan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting daerah, di antaranya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banyuwangi R. Agus Mulyono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M.Y. Bramudya, serta Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Purowidodo. Hadir pula perwakilan organisasi kepemudaan lintas agama dan lintas latar belakang di Banyuwangi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Hakim Said, S.H., selaku Ketua Rumah Kebangsaan Banyuwangi bersama dua pengurus lainnya, yakni KH. Moh. Ikrom Hasan dan H. Syafa’at yang juga dikenal sebagai Ketua Lentera Sastra. Kehadiran para tokoh ini menjadi simbol kuat dukungan lintas elemen masyarakat terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi antarumat beragama di Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Agustinus Iwan Sanjaya menegaskan pentingnya peran pembinaan iman dalam perjalanan organisasi Pemuda Katolik. Ia menyampaikan bahwa keberadaan seorang Romo Moderator menjadi kebutuhan mendasar dalam mengarahkan gerak langkah organisasi agar tetap berakar pada nilai-nilai spiritual.
“Pemuda Katolik harus memiliki Romo Moderator sebagai pembimbing iman. Kami menyadari bahwa dalam menjalankan roda organisasi, tidak hanya diperlukan semangat berkarya, tetapi juga pendampingan rohani agar setiap langkah tetap berada dalam koridor nilai-nilai keimanan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran berbagai organisasi kepemudaan yang turut memberikan dukungan dalam momentum tersebut, di antaranya organisasi mahasiswa dan kepemudaan seperti GMNI, HMI, serta organisasi kepemudaan keagamaan lainnya di Banyuwangi.
Menurutnya, sinergi lintas organisasi menjadi kekuatan penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis, toleran, dan penuh semangat kebangsaan.
“Kehadiran teman-teman dari berbagai organisasi ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus bergerak bersama, merawat kebhinekaan, dan memperkuat persaudaraan di Banyuwangi,” tambahnya.
Kegiatan pengukuhan ini tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga momentum awal bagi Pemuda Katolik Banyuwangi untuk meneguhkan komitmen dalam berkontribusi aktif di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, keagamaan, dan kebangsaan.
(Redaksi)
Catatan Redaksi
Setiap wartawan Media Indonesia Times dibekali ID Card resmi dan namanya tercantum dalam box redaksi. Apabila ada oknum yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi, segala tindakannya bukan menjadi tanggung jawab redaksi.
Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Bagikan:
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!