Dua siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banyuwangi, Fildzah Zahira Azarine dari kelas 6C dan Navia dari kelas 5D, turut berpartisipasi dalam perhelatan tahunan Gandrung Sewu 2026.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Traktir
Pilih nominal traktir:
Nominal terpilih: -
Silakan transfer ke rekening berikut:
BCA 2640596034
a.n. Ari Bagus pranata
Terima Kasih!
Traktir Anda sebesar - telah tercatat sebagai dukungan untuk wartawan & redaksi Media Indonesia Times.
Silakan lakukan transfer ke rekening:
2640596034 (a.n. Ari Bagus pranata, BCA)
Semoga menjadi amal yang berkah!
Setelah menekan tombol Selesai, Anda dapat konfirmasi traktir via WhatsApp.
Terakhir: Konfirmasi via WhatsApp
Konfirmasi traktir Anda sebesar -
untuk berita ini kepada Admin via WhatsApp.
Bukti transfer Anda sudah terunggah & akan segera diperiksa Admin.
BANYUWANGI – Semangat melestarikan budaya daerah tumbuh dari generasi muda. Dua siswi Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banyuwangi, Fildzah Zahira Azarine dari kelas 6C dan Navia dari kelas 5D, turut berpartisipasi dalam perhelatan tahunan Gandrung Sewu 2026.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Keduanya bergabung bersama 1.300 penari dari Banyuwangi dan luar daerah dalam latihan bersama di Stadion Diponegoro Banyuwangi, Sabtu (17/10/2026). Para penari berlatih menyatukan gerakan dan formasi sebagai persiapan menuju pertunjukan kolosal di Pantai Boom Marina Banyuwangi.
Latihan tersebut turut disaksikan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Kehadiran para penari dari berbagai kalangan, termasuk pelajar madrasah, memperlihatkan bahwa Gandrung Sewu bukan hanya panggung pertunjukan, melainkan juga ruang pembelajaran budaya bagi generasi penerus.
Gandrung Sewu tahun ini mengangkat tema “Kembang Dermo: Seribu Gandrung, Cermin Cahaya di Laut Timur.” Pergelaran dijadwalkan berlangsung pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, dengan konsep pertunjukan yang memadukan kekayaan tradisi, kreativitas, dan keindahan suasana pesisir.
Salah satu unsur yang disiapkan adalah konsep Glow in the Dark. Permainan cahaya dan kostum bercahaya akan memberikan warna tersendiri bagi penampilan para penari. Ribuan gerakan yang berpadu di bawah langit malam diharapkan menghadirkan panorama budaya yang memikat di kawasan Pantai Boom Marina.
Bagi Fildzah dan Navia, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga di luar ruang kelas. Melalui tari, keduanya berkesempatan mengenal lebih dekat kesenian khas Banyuwangi sekaligus mengambil bagian dalam upaya menjaga keberlangsungannya.
Kebudayaan memang tidak cukup hanya dikenalkan melalui buku atau cerita. Ia perlu dialami, dipelajari, dan diwariskan melalui keterlibatan nyata. Ketika pelajar berani melangkah ke panggung tradisi, di sanalah tumbuh kedekatan antara generasi muda dan akar budayanya.
Partisipasi dua siswi MIN 1 Banyuwangi tersebut menjadi bagian kecil dari perhelatan besar yang menyatukan ribuan penari. Di tengah beragam latar belakang peserta, mereka bergerak dalam tujuan yang sama: menghadirkan Gandrung sebagai identitas budaya yang tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Gandrung Sewu 2026 diharapkan tidak hanya menyuguhkan kemegahan pertunjukan, tetapi juga meneguhkan kesadaran bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Dari panggung besar hingga langkah sederhana para pelajar, tradisi menemukan cara untuk terus bertahan.
Pada akhirnya, setiap gerakan Gandrung membawa cerita tentang Banyuwangi. Dan selama anak-anak mudanya masih bersedia mengenal serta merawat warisan leluhur, kebudayaan itu akan terus memiliki ruang untuk tumbuh dan mekar, sebagaimana Kembang Dermo yang menjadi tema pergelaran tahun ini.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.