Warga Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, dibuat panik setelah debit air Sungai Badeng meluap hingga mengancam permukiman warga pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Traktir!
Apakah berita ini bermanfaat? Dukung kerja jurnalistik Media Indonesia Times dengan traktir.
Traktir
Pilih nominal traktir:
Nominal terpilih: -
Silakan transfer ke rekening berikut:
BCA 2640596034
a.n. Ari Bagus pranata
Terima Kasih!
Traktir Anda sebesar - telah tercatat sebagai dukungan untuk wartawan & redaksi Media Indonesia Times.
Silakan lakukan transfer ke rekening:
2640596034 (a.n. Ari Bagus pranata, BCA)
Semoga menjadi amal yang berkah!
Setelah menekan tombol Selesai, Anda dapat konfirmasi traktir via WhatsApp.
Terakhir: Konfirmasi via WhatsApp
Konfirmasi traktir Anda sebesar -
untuk berita ini kepada Admin via WhatsApp.
Bukti transfer Anda sudah terunggah & akan segera diperiksa Admin.
BANYUWANGI – Warga Dusun Karangasem, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, dibuat panik setelah debit air Sungai Badeng meluap hingga mengancam permukiman warga pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Anda belum membaca semua isi berita ini
Peristiwa tersebut dipicu meningkatnya debit air Sungai Badeng menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Songgon, Singojuruh, dan sekitarnya pada Minggu malam (1/11/2026).
Luapan air dari kawasan Dam Garit diduga diperparah oleh tersumbatnya bagian kolong Jembatan Garit akibat material sampah dan ranting yang terbawa arus. Kondisi tersebut menyebabkan aliran air terhambat hingga meluap ke jalan dan kawasan permukiman warga.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Toni, menceritakan bahwa kejadian berlangsung ketika sebagian besar warga masih terlelap tidur menjelang waktu subuh.
Menurutnya, ia menerima telepon dari saudaranya yang menginformasikan bahwa debit air Sungai Badeng mengalami peningkatan dan mulai meluap.
"Kronologinya begini, Mas. Sekitar menjelang subuh, ketika warga masih tidur, saya ditelepon saudara yang menginformasikan debit air Sungai Badeng atau Dam Garit meluap. Ternyata penyebabnya kolong jembatan tersumbat material. Karena khawatir kondisinya semakin parah, saya segera menyampaikan informasi melalui pengeras suara masjid. Warga pun saling membangunkan tetangganya untuk keluar rumah," ungkap Toni, Senin (2/11/2026).
Informasi tersebut membuat warga Dusun Karangasem berhamburan keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir yang lebih besar.
Pada pagi harinya, sejumlah pemangku wilayah setempat langsung meninjau lokasi, termasuk Camat Singojuruh, Iwan Yos Sugiharto, S.Sos., M.Si. Tak berselang lama, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Banyuwangi, Partana, S.Ap., M.Si., juga tiba di lokasi untuk melihat kondisi luapan air dan penanganannya.
Dalam pembicaraan dengan Koordinator Tagana Kabupaten Banyuwangi, Dedy Utomo, muncul perhatian terhadap kondisi konstruksi Jembatan Garit yang dinilai perlu dievaluasi dan diubah agar tidak kembali menghambat aliran sungai.
Dedy Utomo menyampaikan bahwa sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pihaknya juga berinisiatif mendorong pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Alasmalang.
Sementara itu, Kepala Desa Alasmalang, H. Abdul Munir, yang juga menjabat Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Singomanjuruh, mengatakan material yang menyumbat kolong jembatan akhirnya berhasil ditangani.
"Alhamdulillah, material sampah yang tersangkut di kolong jembatan bisa diatasi. Andai tidak teratasi, kami tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Intinya, kalau konstruksi Jembatan Garit ini tidak diubah, warga Alasmalang tidak bisa hidup tenang karena masih trauma dengan peristiwa banjir bandang beberapa tahun lalu," ujarnya.
Ia berharap pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat segera merealisasikan perbaikan Jembatan Garit agar kejadian serupa tidak terus menghantui masyarakat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya evaluasi infrastruktur penghubung aliran sungai, terutama pada titik-titik yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya material bawaan arus saat debit air meningkat.
Warga berharap penanganan tidak hanya bersifat sementara dengan membersihkan material yang menyumbat, tetapi juga disertai solusi konstruksi jembatan yang lebih aman untuk mengurangi risiko luapan air di kemudian hari.
Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.