Kabar Baru
Pelantikan Pengurus FPPI DPC Surabaya Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Dunia Usaha
Presiden Prabowo Posisi Pertama, Kapolri Kedua, 92 Persen
Lari Bareng Kapolri di Bali, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie Tunjukkan Solidaritas di Kemala Run 2026
Polda Bali Catat Kesuksesan Kemala Run 2026 di Gianyar, Dongkrak Sektor Pariwisata dan Ekonomi serta Salurkan Donasi Kemanusiaan
Para Pelari Asal Babel Sukses Borong Podium Di Kemala Run 2026, Irjen Pol Viktor : Ini Kebanggaan Luar Biasa Buat Babel
Kapolri dan Ketum Bhayangkari Lepas 11.000 Peserta Kemala Run 2026 di Gianyar, Perkuat Sport Tourism dan Kemanusiaan
Pelantikan Pengurus FPPI DPC Surabaya Resmi Digelar, Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Dunia Usaha
Presiden Prabowo Posisi Pertama, Kapolri Kedua, 92 Persen
Lari Bareng Kapolri di Bali, Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie Tunjukkan Solidaritas di Kemala Run 2026
Polda Bali Catat Kesuksesan Kemala Run 2026 di Gianyar, Dongkrak Sektor Pariwisata dan Ekonomi serta Salurkan Donasi Kemanusiaan
Para Pelari Asal Babel Sukses Borong Podium Di Kemala Run 2026, Irjen Pol Viktor : Ini Kebanggaan Luar Biasa Buat Babel
Kapolri dan Ketum Bhayangkari Lepas 11.000 Peserta Kemala Run 2026 di Gianyar, Perkuat Sport Tourism dan Kemanusiaan
Memuat cuaca...
Opini

Sepuluh Malam Terakhir: Momentum Meraih Lailatul Qadar

Sepuluh Malam Terakhir: Momentum Meraih Lailatul Qadar
Penulis: Idham Holid

Ramadhan selalu datang membawa harapan. Ia bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan kesempatan bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri. Di bulan suci inilah manusia diajak kembali merenungi perjalanan hidupnya, memperbanyak ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Salah satu keistimewaan terbesar Ramadhan adalah hadirnya Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam penuh kemuliaan yang nilainya jauh melampaui waktu manusia pada umumnya. Setiap doa yang dipanjatkan, setiap sujud yang ditunaikan, dan setiap ayat yang dibaca pada malam itu memiliki nilai pahala yang sangat besar.

Karena itulah, sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi waktu yang sangat istimewa bagi umat Islam. Rasulullah SAW memberikan teladan yang jelas bagaimana beliau menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah. Beliau memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta membangunkan keluarganya agar bersama-sama meraih keberkahan Lailatul Qadar.

Namun dalam realitas kehidupan modern saat ini, tidak sedikit orang yang justru kehilangan fokus di penghujung Ramadhan. Kesibukan mempersiapkan hari raya, berbelanja kebutuhan Lebaran, hingga berbagai urusan dunia sering kali membuat sebagian orang lupa bahwa di akhir Ramadhan tersimpan kesempatan luar biasa yang mungkin tidak datang dua kali dalam hidup.

Padahal, Ramadhan sejatinya adalah momentum untuk kembali membersihkan hati dan memperbaiki diri. Berburu Lailatul Qadar bukan hanya tentang mencari malam tertentu, tetapi tentang kesungguhan dalam meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat keimanan. Malam-malam terakhir Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak doa, memohon ampun atas dosa yang telah lalu, serta berharap kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Tidak ada seorang pun yang tahu apakah ia masih akan bertemu Ramadhan di tahun berikutnya. Karena itu, setiap detik di bulan suci ini seharusnya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sepuluh malam terakhir adalah puncak perjalanan spiritual seorang Muslim dalam Ramadhan.

Pada akhirnya, berburu Lailatul Qadar bukan sekadar tradisi ibadah tahunan, tetapi sebuah upaya sungguh-sungguh untuk meraih ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan dan dipertemukan dengan Lailatul Qadar, malam yang penuh kemuliaan dan ampunan bagi hamba-hamba-Nya. 🤲✨

Penulis Idham Holid
Editor Idham Holid

Catatan Redaksi

Setiap wartawan Media Indonesia Times dibekali ID Card resmi dan namanya tercantum dalam box redaksi. Apabila ada oknum yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun tidak dapat menunjukkan identitas resmi, segala tindakannya bukan menjadi tanggung jawab redaksi.

Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan, Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!