Kabar Baru
Menjemput Masa Depan dengan Ilmu dan Harapan: Ananda Bening Menuntaskan Jejak SMP dalam Wisuda Penuh Makna di Sidoarjo
Pancoran Waterpark Banyuwangi Siapkan Wahana Baru dan Konsep One Stop Family Adventure
90 Ribu Wisatawan Liburan di Banyuwangi Selama Libur Panjang
Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi
Syiar Pemuda di Hari Bhayangkara: Polresta Banyuwangi Lahirkan Tujuh Dai Muda Pengawal Kamtibmas
Cegah Jamaah Jadi Korban, Polresta Banyuwangi Sosialisikan kepada Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus
Menjemput Masa Depan dengan Ilmu dan Harapan: Ananda Bening Menuntaskan Jejak SMP dalam Wisuda Penuh Makna di Sidoarjo
Pancoran Waterpark Banyuwangi Siapkan Wahana Baru dan Konsep One Stop Family Adventure
90 Ribu Wisatawan Liburan di Banyuwangi Selama Libur Panjang
Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi
Syiar Pemuda di Hari Bhayangkara: Polresta Banyuwangi Lahirkan Tujuh Dai Muda Pengawal Kamtibmas
Cegah Jamaah Jadi Korban, Polresta Banyuwangi Sosialisikan kepada Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus
Cuaca
Memuat cuaca...
Berita

Ricuh di Marina Boom: Sound System Berujung Dugaan Penganiayaan

Ricuh di Marina Boom: Sound System Berujung Dugaan Penganiayaan
Banyuwangi — Ketegangan memuncak di kawasan Marina Boom. Sebuah peristiwa yang bermula dari hal sepele suara sound system berujung pada dugaan penganiayaan yang kini dilaporkan ke pihak kepolisian. Minggu, (29/03/2026)

Menurut keterangan Pengacara Rozzak, insiden terjadi saat kliennya yang menyewakan perangkat sound system tengah menjalankan aktivitas seperti biasa. Suara yang dihasilkan, menurutnya, masih dalam batas wajar dan tidak mengganggu karena jarak yang cukup jauh. Namun situasi berubah drastis ketika sekelompok pihak tiba-tiba datang, mencabut peralatan secara paksa, dan diduga melakukan tindakan kekerasan.

Tengah detail

“Ini bukan sekadar soal kebisingan. Ini sudah masuk pada tindakan penganiayaan dan perampasan hak mencari nafkah,” tegas Rozzak.

Peristiwa tersebut sontak memicu keresahan. Para pekerja yang hanya berupaya mencari penghidupan justru harus menghadapi tindakan yang dinilai arogan. Bahkan, dalam pernyataannya, Rozzak menyinggung adanya indikasi tindakan semena-mena yang ia sebut sebagai bentuk “penindasan gaya baru” terhadap masyarakat kecil.

Hari ini, laporan resmi telah dilayangkan ke Polresta setempat. Pihak korban berharap kehadiran aparat penegak hukum mampu memberikan rasa aman dan keadilan yang nyata.

“Kami datang sebagai warga negara yang percaya hukum. Kami meminta perlindungan dan kepastian hukum. Jangan sampai masyarakat kecil kehilangan kepercayaan,” lanjutnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan, tidak hanya karena dugaan kekerasannya, tetapi juga menyangkut harapan publik terhadap tegaknya hukum yang adil dan tidak pandang bulu.

Di tengah hiruk-pikuk Marina Boom yang biasanya menjadi ruang rekreasi, kini terselip pertanyaan besar: akankah keadilan benar-benar berdiri tegak bagi mereka yang lemah? Ataukah suara mereka akan tenggelam, seperti gema sound system yang dipaksa bungkam?

(Tim Redaksi)

Id
Penulis Idham Holid
Id
Editor Idham Holid

⚠ Disclaimer

Seluruh wartawan Media Indonesia Times dibekali KTA, surat tugas, dan namanya tercantum di Box Redaksi. Apabila ada pihak yang mengaku sebagai wartawan Media Indonesia Times namun namanya tidak tercantum di Box Redaksi, maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab Redaksi Media Indonesia Times.
Bagi pihak yang merasa ragu atau membutuhkan konfirmasi, silakan hubungi kami dengan klik di sini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

BERITA PILIHAN

0:00 0:00